City of Dreams Sri Lanka Mendongkrak Pertumbuhan John Keells di Kuartal Kedua

City of Dreams Sri Lanka Mendongkrak Pertumbuhan John Keells di Kuartal Kedua

City Of Dreams Sri Lanka Catat Lonjakan Positif Dengan mencatatkan EBITDA sebesar LKR388,72 juta atau sekitar $1,16 juta pada akhir Juni, City of Dreams Sri Lanka memberikan dampak besar pada pertumbuhan John Keells Holdings. Ini adalah peningkatan besar dibandingkan kerugian LKR999,73 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kemajuan Sejak Awal Operasi

Comparing dengan tahun 2025, properti ini memperlihatkan kenaikan signifikan. Resmi diluncurkan pada Agustus 2025, City of Dreams Sri Lanka menunjukkan perkembangan positif secara konsisten. Sebagai bagian dari sektor leisure dan perhotelan John Keells, properti ini terus menunjukkan kemajuan selama kuartal kedua. Peningkatan EBITDA terutama didorong oleh tingginya tingkat hunian dan naiknya tarif kamar rata-rata. Selain itu, kasino di area ini juga semakin menunjukkan hasil yang unggul. Sewa dari aktivitas perjudian memberikan pemasukan tambahan bagi John Keells.

Kerjasama dengan Melco Resorts

Kasino dan hotel Nuwa di dalam City of Dreams dikelola oleh Melco Resorts & Entertainment, operator kasino asal Hong Kong. Ini merupakan proyek resor pertama Melco di Asia Selatan serta debutnya di Sri Lanka. Memerlukan investasi sebesar US$1,2 miliar, resor ini bertujuan menjadi "Macau-nya India" dan menarik wisatawan dari Rusia, China, dan Timur Tengah. Dengan desain dan skala yang besar, resor ini menjadi salah satu perkembangan perhotelan paling signifikan di negara tersebut.

Kompleks ini juga menampilkan hotel Cinnamon Life yang memiliki 687 kamar, dioperasikan oleh John Keells. Hotel ini adalah bagian dari ekspansi besar City of Dreams Sri Lanka, menawarkan berbagai pilihan rekreasi di dalam resor terpadu.

Tantangan yang Menghadang

Meskipun mencatat kenaikan EBITDA, John Keells mencatat bahwa divisi leisure-nya menghadapi tantangan operasional. Konflik di Timur Tengah menyulitkan perjalanan dan menekan sentimen di beberapa pasar utama. Hal ini menjadi latar belakang bagi kinerja kuartal ini. Sementara tingkat hunian dan tarif kamar di segmen hotel dan kasino membaik, kondisi perjalanan global tetap menjadi tantangan bagi sektor leisure secara keseluruhan.

Awal dari Kesuksesan

Bagi John Keells, hasil EBITDA kuartal kedua ini adalah indikator awal yang menjanjikan dari performa resor setelah peluncuran. Meskipun ada tantangan, City of Dreams Sri Lanka tetap memperkuat keyakinan bahwa prospek masa depan akan tetap cerah, meskipun kondisi regional masih memberi tekanan.