Dalam gemerlapnya Las Vegas, dua perusahaan kasino besar sedang menghadapi momen penting. Terkini, Barry Diller telah mengajukan tawaran untuk mengambil alih MGM Resorts, memicu perhatian luas. Setelah berita tentang akuisisi Caesars Entertainment, tampaknya ada angin baru yang membawa optimisme, meskipun tantangan tetap ada di hadapan. Pembicaraan tentang penjualan Caesars kepada Tilman Fertitta telah menjadi topik hangat selama beberapa bulan. Kesepakatan ini bernilai $17,6 miliar, termasuk hutang, sedangkan harga sahamnya mencapai titik terendah dalam lima tahun.
Langkah tak terduga Diller, pemegang saham utama MGM, untuk membeli 74% saham MGM yang belum dikuasainya dengan harga $48,30 per saham, menilai bisnis ini sekitar $18 miliar. Kedua raksasa ini, Caesars dan MGM, memiliki banyak kesamaan yang tampaknya ingin dimanfaatkan oleh Fertitta dan Diller. Harga saham mereka sempat mengalami penurunan, namun spekulasi mengenai kesepakatan ini membantu meningkatkan saham. Harga saham MGM, yang sempat di bawah $40, kini melonjak menjadi $48. Sementara itu, saham Caesars yang sempat turun di bawah $30, kembali ke harga tawaran $31 per saham.
Walaupun sektor wisata menghadapi tantangan, performa sektor perjudian di Las Vegas menunjukkan awal yang positif untuk tahun 2026. Tiga dari empat bulan pertama tahun ini mengalami pertumbuhan di Strip, dan total tahun fiskal ini 1,2% lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, jumlah wisatawan menurun selama 14 dari 16 bulan terakhir. Lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Harry Reid juga menunjukkan penurunan setiap bulan selama tahun ini, totalnya 5% lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Namun, di tengah situasi ini, Diller dan Fertitta melihat momentum yang tepat untuk langkah strategis sebelum pembangunan baru dan jadwal acara yang padat mendorong pertumbuhan lebih lanjut.
Peluang Ekspansi: Franchise NBA di Las Vegas
Prospek untuk mendapatkan franchise NBA di Las Vegas menjadi pertimbangan menarik bagi MGM dan Diller. Dewan Gubernur NBA telah menyetujui Las Vegas sebagai lokasi ekspansi potensial, dengan keputusan final diharapkan tahun ini. T-Mobile Arena, yang dimiliki bersama oleh MGM dan Diller, bisa menjadi markas tim NBA baru saat liga merencanakan debut pada 2028. Renovasi besar mungkin diperlukan sebelum tim pindah, tetapi saat ini, T-Mobile Arena adalah satu-satunya fasilitas yang sanggup menampung pertandingan NBA di kota ini.
Pandangan Analis yang Bervariasi
Sampai saat ini, kedua kesepakatan tersebut belum final. Kesepakatan Caesars memiliki klausul 'go-shop' hingga 11 Juli, dengan sejumlah persetujuan regulasi yang diperlukan. Sebaliknya, tawaran Diller untuk MGM masih pada tahap awal. Meski harga saham meningkat, reaksi awal analis terhadap kedua kesepakatan tersebut cenderung datar. Beynon dari Macquarie mencatat bahwa harapan hasil investasi internal (IRR) yang rendah dan potensi keuntungan terbatas menyebabkan dirinya menurunkan target harga untuk Caesars menjadi $31, sesuai dengan tawaran, dan memberikan peringkat 'netral'.