Industri perjudian di Eropa membutuhkan kejelasan hukum, namun Mahkamah Eropa (ECJ) masih memilih mengalihkan urusan klaim kerugian para pemain ke pengadilan nasional. Kasus ini sering muncul ketika operator yang memiliki lisensi di satu negara Uni Eropa beroperasi di negara lain tanpa perizinan yang sah. Dengan tidak adanya keputusan tegas dari ECJ, pengadilan setempat masih menjadi penentu utama dalam penyelesaian masalah tersebut. Ada harapan bahwa ECJ akan memberikan kepastian dalam hukum Uni Eropa serta regulasi perjudian, namun kenyataannya hanya mengukuhkan keadaan yang ada, membiarkan pengadilan lokal menafsirkan hukum menurut kebijakan mereka sendiri. Hal ini mengakibatkan ketidakpastian semakin menguat, terutama di negara-negara seperti Jerman dan Austria.
Harapan yang Belum Terwujud
Para pengamat awalnya berharap bahwa ECJ akan menetapkan panduan yang jelas mengenai hak pemain untuk mendapatkan kembali kerugian sebelum diterapkannya sistem lisensi baru. Namun, dengan pendekatan yang hati-hati dan batasan yurisdiksi, ECJ meninggalkan banyak pertanyaan hukum penting yang belum terjawab. Masalah seperti keabsahan kontrak perjudian dan tanggung jawab perdata tetap diurus oleh hukum nasional. Hal ini menjadi jelas melalui beberapa kasus, termasuk perselisihan taruhan olahraga Tipico di Jerman dan klaim pemain di Austria.
Kesulitan ECJ dalam Keputusan
Regulasi perjudian yang rumit membuat ECJ menghadapi tantangan dalam pengambilan keputusan. Sektor ini, tidak seperti keuangan atau penerbangan, belum mencapai harmonisasi penuh di Uni Eropa. Setiap negara anggota memiliki sistem lisensi, aturan perlindungan konsumen, dan pasar yang berbeda. Pandangan politik yang berbeda terhadap perjudian menambah kompleksitas ini. Contohnya adalah keragaman regulasi perjudian di Jerman sebelum 2021. Walaupun ECJ telah mengeluarkan beberapa panduan, hal ini tidak cukup untuk mengurangi ketidakpastian yang ada.
Jerman: Pusat Ketidakpastian
Tanpa arahan jelas dari ECJ, pengadilan di Jerman diperkirakan akan terus mengeluarkan keputusan yang bervariasi. Bagi penggugat, keputusan yang menguntungkan bisa memicu lebih banyak tuntutan hukum. Sebaliknya, bagi operator, ketidakkonsistenan ini menciptakan peluang untuk menantang klaim berdasarkan prosedur dan bukti. Hingga kini, pengadilan Jerman sering kali menolak klaim bukan berdasarkan hukum Eropa, tetapi pada hal-hal seperti preskripsi, yurisdiksi, dan masalah teknis lainnya. Hal ini membuat hasil kasus menjadi sulit diprediksi.
Industri Litigasi yang Tumbuh
Ketidakpastian hukum juga merangsang pertumbuhan ekosistem pendanaan litigasi, manajemen klaim, dan praktik hukum khusus. Beberapa firma hukum bahkan mulai mempromosikan keputusan ECJ kepada calon klien. Kasus kerugian pemain diharapkan akan terus meningkat dalam jumlah yang signifikan.